Puisi 2

mengungkapkan rasa cinta dengan warna biru lautan bebas,, yang membentang tak terhingga,, jikalau tiba warnaku akan berubah,, jikalau siang warnaku akan memberikan keindahan,, jikalau ombak tenang warnaku akan memberikan ketenangan,, warna biru terbentang luas dipermukaanku,, yang mencerminkan rasa sayang ku,, semua keindahan hanya diwarna biru,, langit begitu indah,, dimana mencerminkan hatiku,, langit biru yang terbatas batasannya,,

artikel ( reog )

REOG PONOROGO Reog?? Ada yang tau reog?? Saya juga belum terlalu paham sihh,hehehepadahal itu sebuah kesenian loch,, mari kita bahas sekilas tentag reog,, tapi reog ponorogo ya Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog. Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu. Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku. Seni reog ini disenangi oleh masyarakat terutama masyarakat di pedesaan dan sebagian kecil masyarakat perkotaan karena mengandung unsur hiburan dan daya tarik irama gendang. Namun sekarang ini pemain dan kelompok organisasinya semakin sulit untuk dijumpai. Kalaupun ada mereka itu biasanya dari kelompok generasi tua. Pertunjukannyapun sudah semakin jarang karena tidak ada atau sangat kurangnya permintaan untuk tampil. Sudah seharusnya kita melestarikan kesenian termasuk reog dan kesenian laiinya, mesi jaman sudah berkembang dan menjadi jaman modern tetapi kita sebagai bangsa Indonesia harus melestarikan kesenian leluhur kita jangan sampai kita lupa akan kesenian yang ada. sumber : http://amelzone.wordpress.com/2009/12/22/jawa-barat-reog-sunda/ http://id.wikipedia.org/wiki/Reog_%28Sunda%29

artikel ( tari topeng)

Tari Topeng Tari topeng??? Ayo siapa yang tau tari topeng,, tapi tari toping Cirebon bkn tari topeng yang laennya,hehehhe ayo kita cari tau apa sih tari topeng itu,,, Pada saat berkuasanya Sunan Gunung Jati sebagai Pimpinan Islam di Cirebon, maka datanglah percobaan untuk meruntuhkan kekuasaan Cirebon di Jawa Barat. Tokoh pelakunya adalah Pangeran Welang dari daerah Karawang. Tokoh ini ternyata sangat sakti dan memiliki pusaka sebuah pedang bernama Curug Sewu. Penguasa Cirebon beserta para pendukungnya tidak ada yang bisa menandingi kesaktian Pangeran Welang. dalam keadaan kritis maka diputuskan bahwa utnuk menghadapi musuh yang demikian saktinya harus dihadapi dengan diplomasi kesenian. Setelah disepakati bersama antara Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana dan Sunan Kalijaga maka terbentuklah team kesenian dengan penari yang sangat cantik yaitu Nyi Mas Gandasari dengan syarat penarinya memakai kedok/topeng. Mulailah team kesenian ini mengadakan pertunjukan ke setiap tempat seperti lazimnya sekarang disebut ngamen. dalam waktu singkat team kesenian ini menjadi terkenal sehinga Pangeran Walang pun penasaran dan tertarik untuk menontonnya. Setelah pangeran Walang menyaksikan sendiri kebolehan sang penari, seketika itu pula dia jatuh cinta, Nyi Mas Gandasari pun berpura – pura menyambut cintanya dan pada Saat Pangeran Walang melamar maka Nyi Mas Gandasari minta dilamar dengan Pedang Curug Sewu. Pangeran Walang tanpa pikir panjang menyerahkan pedang pusaka tersebut bersamaan dengan itu maka hilang semua kesaktian Pangeran Walang. Dalam keadaan lemah lunglai tidak berdaya Pangeran Walang menyerah total kepada sang penari Nyi Mas gandasari dan memohon ampun kepada Sunan Gunung Jati agar tidak dibunuh. Sunan Gunung Jati memberi ampun dengan syarat harus memeluk agama Islam. Setelah memeluk agama Islam Pangeran Walang dijadikan petugas pemungut cukai dan dia berganti nama menjadi Pangeran Graksan. Sedangkan para pengikut Pangeran Walang yang tidak mau memeluk agama Islam tetapi ingin tinggal di Cirebon, oleh Sunan Gunung Jati diperintahkan untuk menjaga keraton – keraton Cirebon dan sekitarnya. Tari Topeng adalah tarian yang penarinya mengenakan topeng. Topeng telah ada di Indonesia sejak zaman pra-sejarah, secara luas digunakan dalam tari yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Pada beberapa suku topeng masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari. Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang enceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Minakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Minakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabara Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng. Kesenian Tari Topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada, dan masih sering dipentaskan pada acara-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya. Begitulah sekilas cerita tentang tari topeng,, ayoo siapa yang mo belajar tari tong melestarikan kesenian boelh dicoba,hehehehe sumber: http://halimicirebon.wordpress.com/produk-etnik-cirebon/tari-topeng-dan-sejarahnya/ http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Topeng_Cirebon

artikel

Jaipong sebuah tarian khas Sunda ( Jawa Barat ) Berhubung saya orang sunda saya sanagt tertarik sama tarian tersebut pernah sihh belajar sedikit -sedikit waktu sd,,, Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung yaitu Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian tersebut cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan. Sebagai tarian pergaulan tari Jaipong berhasil dikembangkan oleh Seniman Sunda menjadi tarian yang memasyarakat dan sangat digemari oleh masyarakat Jawa Barat (khususnya) bahkan populer sampai di luar Jawa Barat. Jaipongan sesungguhnya tak hanya akan mengingatkan orang pada sejenis tari tradisi Sunda yang atraktif dengan gerak yang dinamis. Tangan, bahu, dan pinggul selalu menjadi bagian dominan dalam pola gerak yang lincah diiringi oleh pukulan kendang terutama pada penari perempuan seluruhnya itu selalu dibarengi dengan senyum manis dan kerlingan mata. Inilah sejenis tarian pergaulan dalam tradisi tari Sunda yang muncul pada akhir tahun 1970-an yang sampai hari ini popularitasnya masih hidup di tengah masyarakat. Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku dan kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan. Tarian ini menjadi satu aset budaya orang Sunda yang penting. Tari jaipong juga menunjukkan semangat dan gerak hidup yang selaras dan seimbang yang menjadi nafas kehidupan urang Sunda. Daya tarik tarian tersebut bagi kaum muda selain gerak dari tari yang dinamis Ciri khas Jaipongan gaya kaleran yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan (alami, apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung dan ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka) misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran terutama di daerah Subang. Selain iyu juga penyajian Jaipongan gayanya juga seperti Tatalu, kembang Gadung, Buah Kawung Gopar, Tari Pembukaan (Ibing Pola) biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinden. Tatandakan (serang sinden tapi tidak bisa nyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih)dan tabuhan kendang membawa mereka untuk menggerakan tubuhnya untuk menari sehingga tari jaipongan sebagai salah satu identitas kesenian Jawa Barat yang ada setiap tampil pada acara- acara khusus dan besar samapai kenegaraan. Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan dan dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya "kaleran"(utara). Tata busana tari Jaipongan untuk kreasi baru biasanya berbeda dengan busana ketuk tilu untuk yang kreasi biasanya lebih glamor dengan tetap memakai pola tradisional seperti sinjang / celana panjang , kebaya / apok yang busananya lebih banyak ornamen sehingga terlihat megah tetapi lebih bebas bergerak . Seiring dengan perkembangan jaman dan tarian tersebut tari Jaipongan banyak ditampilkan pada arena terbuka secara kolosal dan juga tampil di Hotel berbintang serta dalam rangka penyambutan tamu- tamu asing dari berbagai belahan dunia. Alat Musik Yang Mengiringi Tari Jaipong juga banyak sekali macamnya contohnya Kendang,Saron I & II, Bonang, Rincik, Demung, Rebab, Kecrek, dan Gong. Selain itu juga banyak gerakan – gerakan Didalam Tari Jaipong, beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat. Daya tarik tarian tersebut bagi kaum muda selain gerakan yang dinamis dan tabuhan kendang membawa mereka ikut menggerakan tubuhnya untuk menari Jaipongan . Tarian yang memikat ini merupakan salah satu identitas kesenian Jawa Barat yang sering tampil pada acara- acara khusus dan besar sampai kenegaraan. Pengaruh tarian Jaipongan merambah sampai Jawa Tengan dan Jawa Timur , Bali bahkan Sumatra yang dikembangkan para senimandari luar Jawa Barat.

cerita pendek

Sahabat ohh sahabat Reina adalah seorang gadis mungil berjilbab yang tingggal disebuah keluarga yang sederhana, reuna anak kedua dari dua bersaudara bisa dibilang anak bungsu sihh,, Dya mempunyai seorang kk peremupan bernama tery tapi saying sejak dibangku SMA tery sudah jauh dari kelurga tery lebih memilih sekolah diluar kota dan ngekost disana sampai bangku kuliah,,,, Suatu hari ketika saya sedang asik tiduran dikamar tiba-tiba ibunya memanggil “ de,, ada ayya tuch didepan”,, “iya bu berteriak sambil tiduran santai ditempat tidur,, suruh keatas ajah,,ayya pun naik keatas dan masuk kekamarnya,,, Ayya adalah sahabatku sejak SMP tetapi sayang mereka berbeda sekolah saat SMA tetapi mereka masih berteman baik,,, setelah membuka pintu ayya pun ikut berbaring disampingku sambil berkata” hufh capek banged gue dijalan panas bener”,, “jiaelah lo gtu ajah udh capek timbang kerumah w” kata ku sambil tiduran santai “bephh w mo cerita nech” sapa ayya,, kami satu sama lai selalu memnaggil beph sebagai sapaan “ kenapa sihh beph” jawab ku “w punya co loch”, kata ayya “hah bener lo?? Kok gak pernah cerita sihh” kata ku kaget sambil ketawa-ketwa dan langsung nyerocos nanya,, berasa jadi polisi yg lagi introgasi penjahatnya,, akupun bengong mendengarkan curhatan ayya dari awal sampe akhir dan ternyata pacarnya pun bernama nasta masih satu angkatan tapi beda sekolahan,,, “bephh nyari makan youk” ajak ayya,, “ boleh dech,, kebetulan w juga blm makan” jawabku,, aku dan ayya pun mencari makan disebuat tenda pinggir jalan tidak jauh dari rumahku,,,setelah makan ayya pun mengantarkan aku kerumah dan dya pamit keibu,,, Beberapa hari kemudian disaat aku sedang menegrjakan pekerjaan rumah biasa gosok sudah tugasku,, tiba – tiba hp bersering sepontan aku kaget dan lagsung membuka isi pesannya,, eh ternyata siayya smz ”beph w kenali u kenesta ya, masa rumah nesta ternyata dekat rumah lo”,, aku pun berhenti sebentar dari pekerjaanku dan membalas smz ayya “ serius u beph?? Rumahnya deket rumah w???” ayya membalsanya “ iyah beph w kasih no u kedya, sambil mengakhiri percakapan lewat smz dya bilang nant malam w kerumah u beph nesta ngajak ketemu”,,, akupun lagsg membalsanya “ yaudh kerumah w,, dasar u beph ngapain lagi pake ngasih no w segala,, sampe ketemu nanti malem,,, Bebrapa menit kemudian hp ku pun berdering lagi ternyata nesta pacarnya ayya smz aku,, setelah panjang lebar smzan,, akupun lanjut meneruskan pekerjaan rumahkan, dan selese juga,,, Aku sedang asikk nonton tv diruang depan tiba2 ada motor berhneti didepan pikr ku dan terucap dalam hati pasti ayya ehh ternyata benar dya sudah didepan pintu ajah,, beph youk anterin w dulu nyari baju,, aku pun beranjak ganti baju dan lagsung pamit keibu sambil terburu2 “ buu,, aq pergi ngater ayya dulu ya”.. ibu pun menjawab berteriak dari dalam kamar” iya de jan pulang malem2” Sepulang nemenin ayya shoping kami pun bertemu nesta depan mesjid rumah ku,,, ayya pun menyapa nesta” yank sini”,, “iyah bentar yank” ssapa nesta,, aku pun berkenalan dan kami berteman baik,,, Tetapi beberapa bulan kemudian nesta dan ayya pun putus karena nesta sudah tidak ada kecocokan lagi entah apa yg menyebabkan hubungan mereka menjadi seperti itu,,, ayya seharian dikamar ku sambil menangis terseguk2 dan bercerita” beph sakit rasanya patah hati,” akupun menanggapi curhatan ayya dengan penuh sabar dan aku berusaha menasehatinya,, aku berusaha menghibur sahabatku itu sampai pada akhirnya ayya bisa melupakan nesta,, tetapi aku mash berteman baik sama nesta,,,

puisi

ibu.... kau adalah inspirasiku kau adalah penyemangatku kau adalah kekuatanku kau adalah harta berhargaku ibu.... tiada lelah kau mendidiku tiada capek kau merawatku tiada jenuh kau mengingatkanku tiada lelah kau menyemangatiku ibu.... jasamu sungguh berarti jasamu jasa tanpa pamrih siang malam kau doakan aku kasih sayangmu sungguh berlimpah

AKU

Aku Dan Pengalamanku Disebuah desa yang tidak begitu besar yaitu Majalengka ada sebuah keluarga yang sedang menanti kelahiran anak ke-2nya dirumah mungil bercat orange lengkap dengan pekarangan yang penuh dengan bunga-bunga dengan penantian yang lama akhirnya lahirlah bayi perempuan mungil cantik dan lucu dengan berat 3 kg putri dari Bapak Rahmat dan Ibu munir tepatnya hari jumat tanggal 17 Mei 1991 pada jam 18.00 bertepat didesa Sukawangi, Kecamatan lemah sugih Majalengka dengan bersuara “oa,,,,oa,,,oa,,,” Keesokan harinya sekitar jam 5 subuh ada yang mengetok pintu rumah “tok,,,tok,,,tok” dan memberi salam “Asalamuallaikum” lalu ayah sajah tersentak lalu beranjak bangun dan membukakan pintu dengan menjawab salamnya “ Waalaikumsallam” ternyata saudara dari ayah saya yang bernama wa Manta datang dengan muka yang kelihatan terburu-buru dan nafas yang tersenggak-senggak yang begitu capek maklum usianya sudah tidak muda lagi, semua keluarga saya pun begitu keheranan melihatnya dan Wa Manta mengatakan pada Ibu saya “ Nak anak mu belum dikasih nama kan?” Ibu saya pun terheran-heran lagi kenapa Wa Manta menanyakan seperti itu lalu Ibu saya pun menjawab “ Belum Wa memang kenapa bertanya seperti itu?” Kemudian Wa Manta pun menjelaskan maksud kedatangannya kerumah dengan terburu-buru ternyata Wa Manta datang hanya untuk menyampaikan amanat kakek dari ayah saya yang sudah meninggal sejak ayah masih kecil bahwa kakek saya datang kedalam mimpi Wa Manta supaya saya diberi nama IIS FARIDA. Akhirnya saya pun diberi nama IIS FARIDA putri kedua dari Bapak Rahmat dan Ibu Munir, saya mempunyai satu kakak perempuan yang bernama Tati Elawati Umur saya dan kakak saya berbeda 6 tahun kakak saya lahir 16 November 1985. Nama Iis Farida yang diberikan kakek saya yang sudah meninggal memang cukup aneh karena datang kedalam mimpi Wa Manta hanya untuk memberikan nama tersebut tetapi memang kenyataannya begitu namanya sebuah amanat harus disampaikan dan alhasil saya pun mempunyai nama Iis Farida berasal dari sebuah mimpi lucu sih. Saya tumbuh menjadi anak yang lucu dengan kulit putih rambut pirang dengan hanya beberapa helai saja dan saya lahir dari keluarga yang sederhana sejak kecil saya dilahirkan dengan penuh kasih sayang , perbedaan umur saya dengan kakak saya yang begitu lumayan jauh membuat dya begitu sayang sama saya maklum kami kan hanya dua bersaudara tetapi dari kecil dya selalu tinggal bersama nenek dan kakek karena ibu ikut kejakarta bersama ayah untuk bekerja disana, tetapi sejak kecil saya selalu ikut ibu keJakarta sedangkan dya tidak karena dya harus bersekolah. Setelah saya berumur 7 tahun dan akan masuk sekolah SD kemudian saya dan ibu pulang karena saya akan bersekolah, awalnya saya berkeinginin sekolah diJakarta tetapi tidak jadi karena ibu harus mengurus kakak yang akan masuk MTS dan pada akhirnya saya pun bersekolah diMajalengka tetapi pada saat saya naik kekelas 4 dan kakak saya pun meneruskan sekolah SMA nya kebandung sekaligus pesantren, Ibu pun mulai ikut kejakarta lagi mengikuti ayah bekerja dan saya tinggal bersama nenek dan kakek mereka sangat sayang sekali pada saya dan kakak, meski ibu dan ayah tinggal dijakarta tetpi mereka sering pulang untuk menengk kami. Setelah bersekolah diBandung kakak pulang hanya setiap libur sekolah saja tetapi ketika kakak kelas dua tiba-tiba dya sakit panas dan minta dijemput untuk pulang ayah pun segera menjemputnya tetapi setelah dibawa pulang sakitnya pun makin jadi dan bertambah parah dya izin tidak bersekolah terlebih dahulu, kakak selalu bolak balik rumah sakit dan suatu ketika sakitnya semakin parah hampir sekitar 3 bulan ayah dan ibu pun sudah pasrah kami pun sekeluarga tidak tau lagi harus bagai mana kami hanya bisa berdoa dan berusaha supaya sakitnya bisa sembuh dan pada akhirnya Allh berkehendak lain kakak pun sembuh dari sakitnya kami hanya bisa bersyukur akhirnya kakak sembuh sakit dengan waktu yang lumayan lama, itu merupakan pengalaman pertama yang sangat buruk yang saya alami ketika saya baru kelas 4 Sd. Masa-masa sd adalah masa-masa yang sangat lucu karena banyak ulah anak-anak kecil yang membuat para orang tua gemas, banyak sekali teman-teman disekeliling saya mulai dari teman sekolah, mengaji dan teman rumah tetapi ada salah satu teman lelaki saya namanaya Piping disekolah dan satu kelas pula kerjaannya mengejek orang setiap bertemu kami selalu bertengkar seperti kucing dan tikus tetapi pada saat kami lulus SD dan lama tidak bertemu kami pun bertemu pada suatu acara dya malah menyukai saya aneh tapi lucu juga kalau diingat-ingat lagi selain teman yang jail saya pun mempunyai sahabat yang kemana-mana selalu berdua namanya Erna. Sepulang sekolah jam 12 kami pun selalu pergi mengaji selain itu juga saya mempunyai sahabat ditempat mengaji yaitu Enur, Winda, Erna, dan Lilis yang melainkan sepupu saya sendiri. Kami selalu bermain dan mereka sangat sayang pada saya begitu juga sebaliknya saya, banyak pengalaman berkesan dan lucu yang kami lewati bersama apalagi kami selalu bercerita mengenai cita-cita masing-masing namanya juga anak kecil yang bercita-cita setinggi langit saya pun dari kecil bercita-cita menjadi dokter dan sahabat-sahabat saya yang lain ada yang berkeinginan menjadi Guru dan Polwan. Pada masa-masa Sd setiap kenaikan kelas sekolah selalu mengadakan pentas seni saya dan teman-teman pun selalu ikut berpartisipasi menari-nari diatas panggung bersama, sampai akhirnya saya kelas 6 saya mengikuti Ujian dengan tertib dan Alhamdulilah Lulus dengan Nilai yang memuaskan setelah kelulusan saya dan teman – teman mengadakan perpisahan dengan mengunjungi sebuah taman wisata dilinggar jati tetapi selain berwisata saya dan teman-teman mengunjungi musium yang ada dilinggar jati dan melihat tempat terjadinya konfersi meja bundar dilinggar jati selain berjalan-jalan saya dan teman-teman mendapatkan wawasan mengenai sejarah-sejarah itu adalah pengalaman yang sangat seru dan berkesan. Setelah lulus saya berkeinginan sekolah diJakarta kedua orang tua saya pun mengizinkannya, tinggal bersama kedua orang tua saya disebuah rumah yang sederhana bertempat di Jl. Pedati Selatan Rt 03 Rw o6 Cijantung Jakarta Tmur, kakak saya pun lulus SMA dan meneruskan kuliah diBandung mungkin karena sudah terbiasa disana dan menjadi mandiri sehingga dya berkeinginan untuk Kuliah disana, dya diterima diUIN Bandung Mengambil Jurusan Atarbiyah S1 dan saya Masuk Sekolah MTS Negeri 18 Jakarta sebuah sekolah Islam yang berada dilingkungan Komplek Kopasus Cijantung Pertama kali melihat sekolahnya sangatlah asing namanya juga baru pertama kali dan belum terbiasa dengan lingkungan dijakarta tetapin untungnya saya ditemani teman rumah saya kebetulan dya juga ikut bersekolah disana namanya Nana, setelah mendaftar dan Tes saya pun lulus kemudian saya mengikuti MOS ( Masa Orientasi Siswa) selama 3 hari, dengan waktu 3 hari saya pun bisa lebih mengenal lingkungan dan Guru-guru disekolah selain itu juga saya banyak mengenal teman-teman baru, kami pun dikerjain abis-abisan oleh kakak kelas karena MOS merupakan masa-masa pengenalan ya resikonya harus mau dikerjain, tetapi dengan begitu saya bisa mengenal sebagian kakak kelas dan hari terakhir MOS pun tiba saya dan teman-teman berkumpul dilapangan untuk upacara dan sekaligus mengumumkan Penghargaan Raja dan Ratu Mos pada saat disebutkan nama Ratu dan Raja Mos tiba-tiba nama saya tersebut saya pun kaget keheranan kenapa nama saya yang disebut saya pun diminta maju kedepan ketengah-tengah teman-teman banyak dan penghargaan pun diberikan dengan sebuah kalung yang aneh kalung yang terbuat dari bumbu-bumbu untuk membuat sambal ada bawang putih, bawang merah bahkan terasi huh baunya buakn main tetapi itu bener-bener pengalamana yang sangat unik, lucu,seru dan sangat berkesan yang tidak bisa saya lupakan. Hari pertama sekolah pun tiba saya bersekolah dengan lingkungan baru dan teman baru pula tetapi saya orangnya tidak bisa hanya diam apabila dilingkungan baru saya pun banyak berkenalan dengan teman-teman baru dan banyak menemukan berbagai macam karakter sifat teman-teman, saya memang selalu gampang dalam bersosialisasi dengan lingkungan baru sehingga saya mempunyai beberapa teman dekat bisa dibilang sahabat namanaya ai, ikha dan nuranih sampai sekarang pun kami sering bertemu, kami mempunyai panggilan-panggilan tersendiri saya pun dipanggil ade mungkin karena saya paling kecil dan manja. Proses belajar pun berjalan saya banyak menemukan teman-teman yang pintar, dengan keterbatasan saya yang hanya bersekolah dikampung saya akui Pendidikan disini lebih bagus dari pada disina sehingga saya memang benar-benar harus belajar giat sehingga saya bisa mengejar ketertinggaln pelajaran yang saya tidak dapatkan disan, alhamdulilah dari kelaz satu samapi kelas 3 saya mendapatkan rengking 10 besar bahkan 5 besar, usaha saya tidak sia-sia karena saya selalu berfikir segala sesuatu apabila dikerjakan dengan niat pasti bisa, saya memang dari kecil paling tidak suka Lelet dan saya orangnya selalu tepat waktu dan tidak suka apabila membuat janji selalu datang tidak tepat waktu, karena saya selalu menanamkan pada diri saya menjadi orang yang disiplin itulah Prinsip saya dari kecil dan saya selalu menyemangati diri saya sendiri dengan kata-kata “Orang lain bisa kenapa saya tidak bisa” sehingga saya selalu berusaha membuat diri menjadi orang yang bekerja keras dan bertanggung jawab. Menurut saya masa-masa mts masa-masa yang menyenagkan karena saya baru pertama kali mengenal cinta monyet kalau diingat-ingat lucu tetapi saya pacaran bukan hanya pacaran karena saya pacaran tidak mau mencampur adukan dengan pelajaran sehingga meski pacaran nilai-nilai saya pun tidak turun malah saya berusaha untuk meningkatkannya kelas 3 pun akan segera usai dan saya pun lulus dengan nilai yang memuaskan. Saya sangat bingung harus bersekolah diSMA atau diSMK orang tua saya menginginkan saya sekolah diSMA tetapi saya berkeinginan DiSMK dengan pertimbangan yang banyak akhirnya saya bersekolah diSMK karena saya dulu berfikir namanya pekerjaan orang tua kan tidak tentu saya takut nantinya apabila saya masuk SMA dan harus kuliah biayanya tidak mencukupi saya pun memilih SMK karena SMK kan sekolah yang dipersiapkn untuk bekerja dan dulu saya berfikir ingin langsung bekerja sehingga membiayai kuliah sendiri apabila sudah bekerja dan tidak menyusahkan orang tua. Setelah mencari-cari sekolah SMK saya diterima diSMK 51, pertama kali datang kesana bener-bener asing dan saya sendirian karena teman-teman saya sekolahnya tidak sama dengan saya. Awal pertama masuk seperti biasa mengikuti MOS selama satu minggu dan saya pun bersekolah disana proses belajar mengajar pun berlangsung samapi akhirnya saya naik kekelas dua hari-hari yang dinantikan datang juga yaitu PKL ( Praktek Kerja Lapangan) diSMK memang setiap siswa siswinya diharus kan mengikuti PKL selama 3 bulan tetapi lamanya PKL tergantung sekolahnya maisng-masing, pembimbing saya pun membagikan kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 5 orang saya satu kelompok dengan Zahra, Pipit, Herlina dan Julia, kebetulan Zahra merupakan teman terdekat saya, kami mencari tempat PKL kesana kemari kedaerah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur akhirnya saya mendapatkan tempat PKL di Kwarnas Gambir, Jamsostek Salemba dan Tiki Rawamangun, mencari tempat PKL merupakan pengalaman yang paling baik dan menyenangkan karena saya bisa merasakan bagai mana susahnya mencari pekerjaan dan bagai mana capeknya bekerja tetapi dengan begitu saya banyak mendapatkan ilmu dari tempat-tempat PKL, saya dan teman-teman pun selesai PKL selama tiga bulan dan Alhamdulilahnya dari setipa tempat kami mendapatkan Upah atas pekerjaan yang kami lakukan meski tidak seberapa tetapi itu benar-benar membuat saya senang dan bangga karena saya bisa membeliakn sesuatu untuk kedua orang tua saya dari jeri payah saya sendiri dan merasakan bagai mana rasanya bekerja dan bekerja keras sehingga membuahkan hasil. Saya pun naik kekelaz tiga dan tiba lah saat-saat yang menegangkan untuk kesekian kalinya yaitu Ujian, akhirnya saya pun Lulus dengan nilai yang memuaskan. Setelah lulus saya dianjurkan untuk kuliah oleh kedua orang tua saya, saya pun mengikuti sarannya dan saya mencoba daftrar dan tes di UI, UNJ dan STAN tetapi satu pun tidak ada yang Lolos saya pun sangat kecewa tetapi saya selalu berfikir mungkin disana bukan tempat saya untuk meneruskan sekolah dan saya pun daftar digunadarma atas usulan teman terdekat saya dirumah yaitu Febri yang kebetulan dya juga kuliah disana selain itu juga saya melihat Gunadarma Universitas yang tidak kalah bagusnya dari Universitas-universitas lainnya samapi akhirnya saya diterima kuliah diGunadarma dan mendapatkan teman yang baru dengan berbagai macam karakter mungkin ini tempat terbaik unutk saya meneruskan pendidikan, padahal saya bercita-cita menjadi dokter tetapi saya malah kuliah diGunadarma dengan jurusan Ekonomi Akuntansi S1 dan sekarang saya sudah mencapai semester 4 selama masa-masa kuliah sangat menyenagkan apalagi saya mempunyai seorang pacar yang selalu mendukung dan menyemangati dya namanya Eka Bahtiar tetapi sering dipanggil Ipank kami berhubungan sudah menginjak 2 tahun waktu yang lumayan cukup lama untuk suatu hubungan tetapi kami menjalaninya dengan kesederhanaan dan apa adanya. Belum lama ini saya mendapatkan pengalaman yang sangat buruk untuk kedua kalinya setelah kejadiaan kakak saya, Om saya yang memang sangat dekat dengan saya meninggal tanggal 10 februari 2011 awalnya dya hanya sakit biasa katanya maag dan tipus tetapi lama kelamaan sakitnya bertambah parah dya pun dibawa keRS di ruang ICU ternyata dya mengidap penyakit LIPER sampai akhirnya dya tidak tertolong itu benar-benar pelajaran yang sangat beharga untuk saya supaya tidak menggampangkan penyakit sekecil pun karena akhirnya bisa sangat fatal sekali dan sampai sekarang pun saya masih ada rasa trauma karena saya kehilangan orang terdekat yang saya sayangi. Selesai,,,,,!!!