Mengontrol Keuangan Pribadi Dengan Cara Memprioritaskan Kebutuhan




Uang???? Sapa sih yang tidak memerlukan uang semua masyarakat umum disemua kalangan pasti membutuhkan uang,, dan uang sangat lah penting bagi manusia untuk menunjang kebutuhan hidup. Stiap orang memang beranggapan berbeda ada yang menyebutkan bahwa uang adalah segala-galanya tetapi ada pula yang beranggapan berbeda. Tidak dimungkiri dengan uang kita bisa mendapatkan apapun bahkan kesengan sekalipin seperti berjalan-jalan.

Setiap orang mempunyai penghasiaan yang berbeda-beda dan mempunyai kebutuhan yang bebeda-beda pula, tetapi dengan kita banyak uang bukan berarti kita langsung menghabiskan uang kita untuk memenuhi kesengan dengan membelanjakan barang – barang yang sebenarnya tidak perlu itu merupakan pemborosan. Setiap orang juga bisa mengontrol pengeluaran dengan bebeda – beda dan dengan berbagai macam cara dan Semua yang kita lakukan pada uang kita harus di gunakan sebaik-baiknya dan seperlu-perlunya.

Sebagai mahasiswi saya memang merasakan bagaimana susahnya mengontrol keperluan pribadi apalagi dengan jiwa muda mahasiswa yang banyak memerlukan kebutuhan barang – barang bahkan untuk memuaskan kesengaan pribadi dengan cara refresing atau jalan – jalan bahkan shopping yang memerlukan banyak uang Jika uang pribadi tidak di kontrol maka banyak kesusahan akan timbul karena kesalahan kita dalam mengontrol uang. Yang harus ditekankan pada anak-anak usia dini yaitu harus diajarkan untuk mengontrol uang demi kebutuhannya dan diajarkan sejak dini untuk tidak boros dan selalu menabungkan sisa uang jajannya untuk membeli sesuatu yang diinginkan atau di butuhkannya bukan dengan cara memaksakan orang tuanya.

Kita harus pintar – pintar menggunakan uang dan memanfaatkan untuk kebutuhan yang memang diperlukan bukan untuk digunakan untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan, karena tidak selamanya kita mendapatkan uang banyak adakalanya kita bisa tidak mempunyai uang karena mencari uangpun snagat lah sulit harus penuh dengan kerja keras. Mulai dari hal yang terkecil seperti apabila kita jalan – jalan kemall pati apabila kita melihat ada baju keluaran baru dan model baru pasti didalam diri kita terbesit ingin baju tersebut dan ingin membelinya padahal dirumah banayak baju yang masih layak kita pakai. Sebagai mahasiswa kita harus mengontrol keuangan dengan sebisa mungkin supaya tidak tidak terjadi pemborosan apalagi apabila uang kita diberikan bulanan jangan samapai sebelum saat menerima uanag uang kita sudah habis gara – gara kita menggunakannya untuk hal – hal yang tidak begitu dibutuhkan.

uang merupakan sesuatu hal yang penting bagi kita sebagai masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Apalagi kebutuhan pada saat sudah berkeluarga, uang harus sangat di perhitungkan untuk anggaran belanja,makan,untuk biaya anak sekolah,tabungan dan untuk kesehatan dan keamanan, dalam anggaran belanja kadang-kadang masyarakat hanya mementingkan membeli barang yang hanya diinginkannya bukan hal-hal yang dibutuhkannya akibatnya masyarakat pun akhirnya meminjam uang untuk membeli kebutuhannya.

Teknik Pengumpulan Data ( tugas 3 )

TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Didalam teknik pengumpulan data ada beberapa bagian yang dibahas diantaranya
A.Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh Responden dan responden itu merupakan orang yang memberikan tanggapan atau jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat menggunakan teknik ini responden harus mempunyai tingkat pendidikan yang memadai untuk dapat membaca dan menuliskan jawabannya.
Keuntungan teknik angket
1)Angket dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirimkan melalui pos
2)Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah
3)Angket tidak terlalu menggangu responden karena pengisiannya ditentukan oleh responden sendiri sesuai dengan kesedian waktu

Kerugian teknik angket
1)Jika angket dikirim melalui pos maka presentase yang dikembalikan relatif rendah
2)Angket tidak dapat digunakan untuk responden yang kurang bisa membaca dan menulis
3)Pertanyaan –pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan saalh dan tidak ada kesempatan untuk mendapat penjelassan
Pertanyaan dalam instrumen penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam
a)Pertanyaan Terbuka --> pertanyaan yag jawabannya tidak disediakan sehingga responden
bebas menulis jawabanya sendiri. Keuntungan pertanyaan terbuka adalah memberikan
kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban yag sesuai dengan pandangannya
dan kerugiannya adalah sulit mengolahnya karena harus membaca semua jawaban yang
diberikan dan kemudian menggolongkan – menggolongkannya
b)Pertanyaan Tertutup --> pertanyaan yang jawabanya sudah disediakan sehingga
responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan dengan
memberikan tanda misalnya melingkari huruf didepan jawaban yang dipilih. Keuntungan
pertanyaan tertutup adalah mudah mengolahnya dan kerugiannya adalah tidak memberikan
kebebasan kepada responden untuk memberikan jawabannya.
Untuk mengatasi masalah teknik angket ini biasanya dibuat gabungan antara pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka yaitu setelah diberikan semua pilihan jawaban, diberikan alternatif secara terbuka untuk menuliskan jawaban lain. Dalam membuat hawaban alternatf untuk pertanyaan – pertanyaan atau dalam menggolongnkan jawaban yang diberikan pada pertanyaan terbuka perlu diperhatikan beberapa ketentuan diantaranya
1)Penggolongan hanya didasarkan atas prinsip atau satu dimensi syarat ini untuk
menghindari agar seseorang tidak dapat masuk kedalam lebih dari satu golongan
2)Golongan – golongan yang dibuat harus saling meniadakan artinya jika seseorangan
sudah dimasukan ke dalam satu golongan, ia tidak dapat dimasukan ke dalam golongan
lainnya
3)Golongan – golongan yang dibuat harus menyeluruh artinya tidak seorang pun yang
tidak termasuk ke dalam salah satu golongan yang dibuat
Selain itu ada juga beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat pertanyaan ataui pernyataan untuk instrumen penelitian diantaranya
1)Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan
2)Hindari pertanyaan atau pernyataan ganda
3)Responden harus mampu menjawab
4)Pertanyaan – pertanyaan atau pernyataan – pernyataan harus relevan
5)Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah yang terbaik
6)Hindari pertanyaan, pernyataan, atau istilah yang bias, termasuk tidak menanyakan pertanyaan atau mengajukan pernyataan yang sugestif yaitu yang mendorong responden untuk menjawab atau menanggapi ke arah tertentu
Urutan pertanyaan juga perlu diperhatikan. Rubin dan Babbie (1989) menyarankan urutan yang berbeda antara angket dan wawancara. Angket yang dikirimkan harus disertai surat pengantar yang menjelaskan maksud dan tujuan penelitian serta siapa penelitinya perlu juga dilampirkan sampul pengembalian yang sudah beralamat dan sudah berperangko cukup.
B.Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden dan jawaban – jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam. Teknik wawancara dapat digunakan pada responden yang buta huru atau tidak bisa membaca dan menulis termasik anak – anak. Wawancara dapat juga dilakukan dengan telepon.
Keuntungan wawancara
1)Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membaca dan menulis
2)Jiak ada pertanyaan yang belum dipahami pewawancara dapat segera menjelaskannya
3)Wawancara dapt mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan
pembanding atau dengan melihat wajah atau gerak gerik responden. Yang terakhir ini
tidak dapat dilakukan apabila wawancara dilakukan melalui telepon
Kerugian Wawancara
1)Wawancara memrelukan biaya yang sangat besar untuk perjalanna dan uang harian pengumpul data
2)Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil
3)Kehadiran pewawancara mungkin menggangu responden
Daftar pertanyaan untuk wawancara disebut sebagai interview schedule sedangkan catatan garis besar tentang pokok – pokok yang akan ditanyakan disebut sabagai pedoman wawancara (interview guide). Setiap pewawancara ingin mengetahui sikap dan pendapat responden berarti pewawancara harus bersikap netral dan tidak mengarahkan jawaban atau tanggapan responden, ketermapilan melakukan wawancara dalam pekerjaan sosial akan bermanfaat pula dalam melakukan wawancara untuk penelitian. Peranan pewawancara untuk memperoleh kerja sama dengan responden sanagat penting, responden perlu diberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian dan responden mempunyai hak untuk tidak bersedia menjadi responden sebelum wawancara dilakukan.
Untuk mendapatkan penerimaan dan kerja sama yang baik dari responden terdapat beberapa hal yang perlu diperhatiakan
a)Penampilan fisik --> termasuk pakaian yang dapat memberikan kesan apakah pewawancara
dapat dipercaya atau mungkin dapat mengancam keselamatan responden.
b)Sikap dan tingkah laku pewawancara --> sikap yang sopan akan menyenangkan calon
responden dan dapat membantu penerimaan pewawancara
c)Identitas --> pewawancara harus memperkenalkan diri, menunjukan tanda pengenal dan
surat tugas
d)Persiapan --> pewawancara memahami dan menguasai apa yang akan ditanyakan kepada
responden setiap saat dan siap menjawab pertanyaan tentang tujuan penelitian, cara
pengambilan sampel

C.Observasi
Observasi atau pengamatan berarti setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran, akan tetapi observasi diartikan lebih sempit yaitu pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan – pertanyaan.
Keuntungan observasi
1)Data yang diperolah adalah data yang segar dalam arti data yang dikumpulkan
diperoleh dari subjek pada saat terjadinya tingkah laku
2)Keabsahaan alat ukur dapat diketahui secara langsung. Tingkah laku yang diharapkan
mungkin akan muncul atau mungkin tidak karena tingkah laku dapat dilihat
Kerugian observasi
1)Untuk memperoleh data yang diharapkan maka pengamat harus menunggu dan mengamati
sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
2)Beberapa tingkah laku seperti tingkah laku kriminal atau bersifat pribadi sukar tau
tidak mungkin diamati bahkan bisa membahayakan jika diamati.
Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan orang yang diamati, observasi dapat dibedakan menjadi
1)Observasi Partisipasi ( participant observation ) --> pengamat ikut serta dalam
kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau diamati, seolah – olah
merupakan bagian dari mereka dan terlibat dalam kegiatan yang dilakukan subjek
peneliti tetapi waspada untuk mengamati kemunculan tingkah laku tertentu
2)Observasi takpartisipan ( nonparticipant observation ) --> pengamat berada diluar
subjek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan yang mereka lakukan dengan
demikian pengamat akan lebih mudah mengamati kemunculan tingkah laku yang diharapkan
Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan observasi juga dibedakan menjadi dua bagian yaitu
1)Observasi tak berstuktur --> pengamatan tidak membawa catatan tingkah laku apa saja
yang secara khusus akan diamati dan pengamat akan mengamati arus peristiwa dan
mencatat atau meringkasnya untuk kemudian dianalisis. Observasi ini biasanya
dilakukan dengan observasi partisipan, pencatatn dilakukan segera setelah pengamatan
tidak terlibat bagi dengan kegiatan subjek penelitian sebab pencatatan yang
dilakukan pada saat pengamat amsih terlibat dalam kegiatan bersama subjek penelitin
akan dapat mempengaruhi tingkah laku mereka
2)Observasi berstuktur --> digunakan apabilapeneliti memusatkan perhatian pada tingkah
laku tertentu sehingga dapat dibuat pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus
diamati. Observasi ini dapat dilakukan penghitungan frekuensi terjadinya tingkah
laku tertentu, tabulasi atas daftar tingkah laku, menghitung waktu terjadinya suatu
kegiatan atau tingkah laku tertentu serta mengamati sejumlah tingkah laku dan
menggolongkan dalam konsep – konsep yang sudah disediakan atau dengan menggunakan
skala peringkat. Istilah berstuktur atau tidak berstuktur pengamatan tidak
menunjukan kegiatan subjek penelitian tetapi menunjukan pendekatan yang digunakan
oleh peneliti yaitu apakah menggunakan pedoman pengamatan atau melakukan pengamatan
secara bebas.

D.Studi Dokumen / Studi Pustaka
Studi dokumen merupaka teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditunjukan kepada subjek penelitian, dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam tidak hanya dokumen resmi. Dokumen dapat berupa buku harian, surat pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus dalam pekerjaan sosial dan dokumen lainnya. Akan tetapi perlu diingat bahwa dokumen - dokumen ini ditulis tidak untuk tujuan penelitian sehingga penggunaannya memerlukan kecermatan. Studi dokumen juga perlu dilakukan kritik terhadap sumber data baik kritik internal maupun kritik eksternal.
Dokumen dapat dibedakan menjadi bebrapa diantaranya
1)Dokumen Primer --> jika dokumen ini ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu
peristiwa. Contoh : otobiografi
2)Dokumen Sekunder --> jika peristiwa dilaporkan kepada orang lain yang selanjutnya
ditulis oleh orang ini. Contoh : biografi.
Keuntungan Studi Dokumen
1)Untuk subjek penelitian yang sukar atau tidak dapat dijangkau seperti para pejabat,
studi dokumen dapat memberikan jalan untuk melakuakn penelitian
2)Takreatif --> karena studi dokumen tidak dilakukan secara langsung dengan orang maka
data yang diperlukan tidak terpengaruh oleh kehadiran peneliti atau pengumpul data
3)Analisis Longitudinal --> untuk studi yang bersifat longitudinal khususnya yang
menjangkau jauh kemasa lalau maka studi dokumentasi memberikan cara yang terbaik
4)Besar Sampel --> dengan dokumen yang tersedia teknik ini memungkinkan untuk
mengambil sampel yang lebih besar karena biaya yang diperlukan relatif kecil.
Kerugian Studi Dokumen
1)Bias --> karena dokumen yang dibuat tidak untuk keperluan penelitian maka data yang
tersedia mungkin bias seperti cerita yang berlebihan atau ada fakta yang
disembunyikan
2)Tersedia secara selektif --> tidak semua dokumen dipelihara untuk dapat dibaca ulang
oleh orang lain
3)Tidak Lengkap --> karena tujuan penulisan dokumen berbeda dengan tujuan penelitian
maka data yang tersedia mungkin tidak lengkap dalam arti bahwa data yang diperlukan
oleh penelitian tidak tercatat pada saat penulisan dokumen
4)Format Yang Tidak Baku --> sejalan dengan maksud dan tujuan penulisan dokumen yang
berbeda dengan tujuan penelitian, maka formatnya juga dapat bermacam – macam
sehingga bisa mempersulit pengumpulan data akibat lebih lanjut adalah stuktur
memberikan kode pada data.



sumber :
metode penelitian, Dr IOrawan Soehartono, terbitan tahun 1995, penerbit. PT Remaja Rosdakarya, Bandung

wirausaha sebuah pilihan ( tulisan )

WIRAUSAHA ADALAH SEBUAH PILIHAN YANG BAIK
Menjadi seorang wirausaha merupakan keinginana semua orang apalagi wirausaha muda yang suskes, dipersaingan ekonomi yang begitu ketat dan dizaman sekarang menjadi seorang wirausaha sukses bukan lah hal yang mudah karena banyak persaingan dan resiko yang dihadapi didunia ekonomi dan usaha.
Wirausaha merupakan tantangan tersendiri untuk banyak orang karena selain resiko yang gak mudah dan persaingan antar wirausaha lain tetapi kita juga harus mempunyai keberanian untuk memulai suatu usaha tersebut karena tanpa keberanian dan hanya melihat resiko dan persaingan tidak akan terlaksana sebuah usaha yang diinginkan. Memulai dari usaha kecil –kecilan apabila kita menjalankannya dengan ikhlas dan kesabaran makan dikemudian hari kita akan meraih n menikmati hasilnya.
Menjadi seorang wirausaha harus berani mengambil keputusan baik dengan keadaan terdesak atau pun tidak, karena menjadi seorang wirausaha waktu menjadi milik kita dan kita pula yang bebas mengatur waktu sedemikian rupa dan ritme kerja pun kita yang menentukan tidak ada batasan waktu yang menentukan. Namun resikonya mendapatkan penghasilan sesuai kemampuan dan yang kita kerjakan.
Wirausaha bukan pilihan yang mudah karena harus mempunyai dasar – dasar bisnis meski sedikit bukjan hanya itu tetapi harus bisa bekerja sama dengan orang lain dan tidak takut akan kegagalan. Wirausaha yang sukses harus penuh dengan inovatif dan kreatifitas yang tinggi selain itu harus menerima kriti dan saran dari orang lain sepahit apapun kritikan itu kita harus bisa menerimanya karena kita bisa membangun kepercayaan diri dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Seorang wirausaha juga harus melihat kesalahan dari orang lain dan bisa dijadikan pelajaran.


http://www.anneahira.com/wirausaha-yang-sukses.htm

Fotocopy Ramah Lingkungan (Tulisan)

FOTOCOPY BULAK BALIK YANG RAMAH LINGKUNGAN

Mesin fotocopy sudah tersebar dimana-mana banyak yang membutuhkan mesin fotocopy tersebut, mesin fotocopy bisa dijadikan lahan bisnis apalagi disekitar kampus karena banyak mahasiswa / mahasiswi yang membutuhkannya untuk memperbanyak / copyan tugas-tugas apalagi sebagian dosen tidak mewajibkan mahasiswanya membeli buku hanya dengan mengcopy bahan materi yang diajarkan yang diberikan dosen.
Selain Mahasiswa / Mahasiswi yang membutuhkan mesin fotocopy banyak juga guru, dosen, pelajar, bahkan masyarakat sekalipun. Dengan banyaknya semua kalangan yang membutuhkan fotocopy maka semakin banyak pula membutuhkan kertas, sebaiknya kita memfotocopy dengan bulak balik bukan hanya menghemat kertas tetapi menghemat biaya pula. Dengan demikian akan lebih ramah lingkungan karena tidak banyak membuang kertas dimana-mana dan tidak akan memperbanyak sampah kertas.

Budaya Membaca ( Tulisan )

BUDAYA MEMBACA YANG SANGAT KURANG DISEMUA KALANGAN

Budaya baca masyarakat Indonesia termasuk yang paling rendah di Asia. Jangankan masyarakat, guru dan dosen sekalipun, meski secara individual adalah pendidik yang dekat dengan dunia baca-membaca pada kenyataannya juga rendah minat dalam membaca. Tidak jarang didapati di sekolah-sekolah bahwa kebiasaan guru dalam membaca kurang dari 1 jam per hari. Fakta menunjukkan bahwa secara budaya dan tradisi, masyarakat kita adalah masyarakat bertutur yang fasih. Ketika budaya bertutur masih melekat akibat kemajuan teknologi saat ini kita dihadapkan dengan budaya melihat atau menonton acara televisi yang sedemikian kuat dan dahsyat pengaruhnya terhadap perubahan perilaku masyarakat. Lihatlah bagaimana ulah pengendara mobil dan sepeda motor yang ketika membaca larangan berhenti dalam bentuk simbol huruf S, tetapi tidak cukup bisa mengartikan karena mereka tak memiliki budaya baca yang benar.
Lompatan dari tradisi bertutur ke tradisi menonton yang tanpa diperkuat dengan membangun budaya baca sebelumnya, dengan begitu akan menghasilkan orang-orang yang bukan hanya tidak cerdas dalam ‘membaca’ bacaan, melainkan juga mengurangi sensitivitas seseorang dalam merekayasa perilaku yang sesuai dengan hati nurani dan akal pikiran sekaligus. Oleh karena itu penting untuk dipikirkan strategi membangun budaya baca sesegera mungkin.
Program perpustakaan sekolah harus mampu mengembangkan strategi atau pendekatan yang baru agar anak menjadi lebih tertarik ke perpustakaan dan membaca buku yang mereka inginkan. Pemilihannya dapat dilakukan dengan cara melihat catatan peminjam buku di perpustakaan sekolah dalam satu minggu, kemudian mengujinya dengan cara menanyakan secara langsung atau memberi mereka kepercayaan untuk menceritakan apa yang telah dibacanya di depan kelas.


sumber:
http://indonesiabuku.com/?p=5092=
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF TAYANGAN DITELEVISI BAGI ANAK -ANAK

Dampak Positif
Bukan hanya dampak Negatif yang timul akbat tanyangan ditv tetapi ada dampak positifnya yaitu acara TV dapat menambah pengetahuan dan wawasan seperti acara bolang, laptop si unyil, koki cilik, asal-usul, dunia ikan, Hand Made. George. Acara tersebut membuat anak mengenal daerah geografis dunia, mengenal negara, mengetahui proses pembuatan barang-barang, tahu permainan tradisional, dan adat istiadat. Ibu-ibu berpendapat acara TV yang memberikan dampak positif perlu dilestarikan selain itu ada sinetron Islam KTP yang memberikan dampak positif bagi anak maupun orang dewasa dengan mengajarkan banyak hal mengenai agama dan membantu mengetahui banayak agama.

Dampak Negatif
Tayangan iklan merangsang anak-anak meminta/ membeli barang yang tidak dibutuhkan karena iklan ini muncul di setiap kelompok diskusi Anak TK hingga kelas 6 SD rata-rata meminta mainan, makanan, sampai atribut-atribut yang dipakai aktor dan aktris. Sedangkan usia SMA meminta motor dan aksesoris mirip yang digunakan artis. Salah satu contoh efek negatif yang muncul di TV dan radio adalah acara atau iklan yang terlihat lebih mementingkan sisi komersial semata tanpa memikirkan sisi edukasinya. Pada hakekatnya, iklan pada TV dan radio tersebut dibuat dan disampaikan sebagai media promosi dari suatu produk dan pelayanan sebagai wujud hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Media promosi itu sendiri adalah alat untuk promosi yang berisi pemaparan secara faktual, logis dan realistis tetapi faktanya sekarang ini, banyak terjadi penyalahgunaan yang terjadi dalam dunia pariwara dengan menghalalkan segala cara iklan-iklan pada TV dan radio dibuat dan disampaikan secara berlebihan dan tidak jujur, menyesatkan, jauh dari hakekat peranan iklan sebenarnya. Tampilan iklan-iklan terkesan hanya memunculkan sisi kelebihan untuk menjaring keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) dan menutupi kenyataan keburukan dari suatu produk yang sebenarnya ada (non konsumen oriented) pada sisi lainnya. Selain itu juga banyak tayangan yang tidak pantas anak2 kecil tonton dengan aktor / aktris yang berpakaian tidak sepantas’a,,,








http://blog.umy.ac.id/kamal/2011/05/09/dampak-positif-dan-negatif-televisi/
http://leman.or.id/anakku/tv&anak.html
http://pramareola14.wordpress.com/2010/01/25/pengaruh-negatif-iklan-tv-dan-radio-terhadap-perilaku-anak/

USUL / PROPOSAL (Tugas 3)

USUL ( PROPOSAL )

1.Pengertian Usul
Usul atau Proposal adalh suatu sarana atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan. Dapat pula terjadi bahwa usul atau proposal itu sama sekali tidak dimaksud untuk dikerjakan oleh orang atau badan yang mengajukan usul tersebut tetapi dengan maksud agar orang atau badan yang menerima usul itu dapat melakukan apa yang diharapkan dalam proposal tersebut.

2.Sifat dan Jenis Usul
Bila semua tulisan dibuat berdasarkan bahan-bahan yang sudah terjadi atau sesuatu yang sudah terjadi sebaliknya usul dibuat berdasarkan sesuatu yang belum ada walupun barang yang diusulkan itu belum ada, penulis usul harus merangkaikannya sedemikian rupa sehingga dapat meyakinkan penerima usul. Penerima usul harus betul – betul dapat meyakinkan bahwa penulis usul, entah perseorangan ataupun suatu organisasi akan sanggup melaksanakan pekerjaan yang direncanakan dan diusulkannya. Usul masih dapat dibedakan lagi berdasarkan bentuknya seperti usui formal yang merupakan usul yang memenuhi persyaratan bentuk tertentu dan usul semi formal dan non formal merupakan variasi dari bentuk formal karena tidak memenuhi syarat – syarat tertentu.

3.Usul Non-formal
Seorang mahasiswa belum diharapkan untuk untuk menulis sebuah usul yang formal namun sudah dapat dibiasakan untuk menulis usul – usul yang bersifat non-formal.Usul – usul yang bersifat non-formal bentuknya beraneka ragam tergantung dari penulis atau kesepakatan penulis dan penerima usul. Kadang – kadang usul non-formal disampaikan juga dalam bentuk memorandum atau suraty. Bentuk yang non-formal ini dipakai sebagai latihan bagi mahasiswa tetapi dipergunakan juga dalam dunia usaha. Usul non-formal mengandung hahl-hal seperti berikut

a.Masalah --> Masalah yang disampaikan dalam sebuah usul haruslah dirumuskan dengan jelas. Penulis harus mengdakan identifikasi masalah yang dihadapi denagn cermat, menggambarkan latar belakang atau sejarah persoalaan yang dihadapi, serta meunjukan betapa pentingnya masalh itu dilaksanakan atau diselesaikan sekarang juga.
b.Saran Pemecahan --> Saran – saran yang disampaikan untuk memcahkan masalah yang dihadapin merupakan inti dan sasaran utama dari setiap usul, kadang – kadang terjadi juga bahwa penulis usul belum sanggup menemukan jalan keluar yang jelas. Penulis tidak boleh memperlihatkan keraguan atau kesan ketakmampuannya dan harus meyakinkan bahwa jalan pikiran yang disampaikan itu adalah yang paling jelas dan logis untuk memecahkan masalah itu sehingga penulis akan menegrjakan dengan memuaskan bila kepadanya diberikan kesempatan.
c.Permohonan --> Penulis menyampaikan permohonan untuk melaksanakan pekerjaan yang khusus itu atau bersedia menyampaikan informasi yang diperluakan untuk keluar dari masalah yang dihadapi itu.

4.Usul Formal
Usul formal harus memenuhi persyaratan tertentu sekurang – kurangnya ada tiga bagian utama yaitu Bagian pelengkap Pendahuluan, Isi usul, dan Bagian Pelengkap Penutup. Yang paling penting adalah tidak memaksakan suatu pola untuk bermacam-macam usul yang isi dan sifatnya berlainan.

4.1 Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian yang mutlak perlu dimasukan dalam bagian pelengkap pendahuluan ialah surat pengantar atau memorandum pengantar, halaman judul, ikhtisar atau abstrak, daftar isi, dan penegasan permintaan.

a.Surat pengantar atau memorandum pengantar --> Fungsi surat ini sama dengan penyerahan atau surat pengantar pada sebuah laporan. surat pengantar pada sebuah usul berisi alasan – alasan mengapa penulis menyampaikan usul itu dengan mengacu kepada surat, pertemuan, atau iklan yang menawarkan kepada umum untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu.
b.Sampul dan Halaman Judul --> Sampul dan halaman judul sebenarnya berbeda, pada sampul atau halaman judul dicantumkan identifikasi jenis tulisan itu yaitu usul, judul usul, nomor pengenal kaalu ada yang biasanya dihubungkan dengan nomor penawaran. Masalah penempatan teks itu diserahkan kepada penulis namun yang perlu diperhatikan adalah judul itu harus kelihatan menarik.
c.Ikhtisar atau Abstrak --> Ikhtisar atau Abstrak menyampaikan ini sari dari masalah dan cara pemecahan yang disampaikan dalam usul tersebut. Penerima usul kadang – kadang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk membaca seluruh usul itu. Tetapi memerlukan suatu gambaran singkat tentang cara dan teknik pemecahan yang diusulkan oleh badan atau penulis usul.
d.Daftar isi --> Daftar isi merupakan rekapitualsi dari semua judul utama dan dan judul bawahan yang terdapat dalam seluruh usul itu. Dengan demikian penerimaan usul dengan mudah dapat mencari bagian tertentu bila tertarik untuk melihat bagian yang bersngkutan.
e.Penegasan Permohonan --> Penegasan mengenai permintaan dapat dimasukan dalam ikhtisa yang disampaikan itu cukup panjang lebih baik bagian ini diberikan tempat tersendiri.

4.2 Isi Usul
Isi Usul memuat uraian yang terperinci dari pekerjaan atau tugas yang akan dilakukan. Oleh sebab itu perincian isi sebuah usul tidak perlu seragam. Namun demikian bebrapa topik dibawah ini selalu akan dipertimbangkan untuk dimasukan dalam isi sebuah usulan

a.Pembatasan Masalah --> Masalah yang dihadapi merupakan suatu hal yang pertama – tama harus dilakuakn dengan batasan yang diberikan pada awal usul itu dapat diletakan landaan pengertian yang sama antara kedua belah pihak. Dalam hal ini penerima usul adalah orang atau badan yang telah menyampaikan penawaran kepada umum sehingga dengan sendirinya sudah mengetahui persoalannya tetapi dapat juga menerima usul saam sekali belum menyadari adanya persoalaan itu atau belum memikirkan perseolan itu.
b.Latar Belakang --> Latar belakang masalah yang diuraikan perlu dikemukakan, apa yang terjadi sekarang atau nanti tidak dapat terlepas dari perkembangan atau sejarah pada amsa lalu. Demikian apa yang terjadi sekarang atau nanti tidak dapat terlepas dari latar belakang atau kondisi yang berada disekitarnya.
c.Luas – Lingkup --> membatasi luas-lingkup persoalan yang dihadapi akan membaawa manfaat sekurang – kurangnya dalam dua hal. Penulis usul akan melihat duduk persoalannya dengan jelas sehingga dapat menyampaikan deskripsi yang konkrit dan jelas akan lebih mudah pula dilihat kebaikan dan kelemahannnya. Dipihak lain pembatasan luas-lingkup ini pun penting bagi penulis usul itu sendiri
d.Metodologi --> metodologi merupakan kerangka teoretis yang dipergunakan oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan, atau mengatasi masalah yang dihadapi itu. Kerangka teoritis atau kerangka ilmiah merupakan metode – metode ilmiah yang akan diterapakan dalam pelaksanaan tugas itu, melalui metode – metode yang digunakan penerima usul dapat menilai apakah dapat diharapkan hasil yang memuaskan atau tidak pada tempatnya dan kondisi tertentu.
e.Fasilitas --> Badan atau perusahaan yang besar dan berpengalaman biasanya memiliki pula bermacam-macam fasilitas yang diperlukan.
f.Personalia --> Salah satu faktor yang memang turut diperhitungkan oleh penerima usul adalah susunan personalia dari badan yang meyampaikan usul, maka dari itu penulis usul harus meyertakan pula daftar susunan personalia baik bagi pekerja penuh maupun tidak dengan gelar dan keahlian serta pengalamannya masing-masing.
g.Keuntungan dan Kerugian --> Bagi penerima usul alangkah lebih baik dikemukakan keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh dari suatu pekerjaan supaya biyaya yang dikeluarkan tidak sia-siadengan hasil yang akan diperoleh.
h.Lama waktu --> Dalam tahap-tahap suatu pekerjaan perlu perincian waktu dalam penyelesaian pekerjaan.
i.Biaya --> Biaya merupakan salah satu topik yang sangat diperhatikan penerima usul. Perincian biaya harus benar-benar digarap dalam usul ini sehingga dapat meyakinkan sipenerima usul, perinciaan itu dapat dibagi untk upah, alat perlengkapan, belanja barang, rupa – rupa, biaya umum.
j.Laporan --> Untuk mengikuti tahap pelaksanaan dengan cermat, penulis usul juga memperkirakan tahapan – tahapan pelaporan kemajuan pekerjaan yang akan dikerjakan itu. Disamping laporan – laporan menurut tahap kemajuan yang dicapai, kapan akan diserahkan laporan terakhir sesudah pekerjaan itu dirampungkan.

4.3 Bagian Pelengkap Penutup
Bagian ini sama dengan laporan dan tulisan formal yang lain berisi bahan kepustakaan, lampiran – lampiran gambar, tabel, dan sebagainya yang dipergunakan dalam usul itu.




Sumber:
Gorys Keraf.1994.Komposisi.NTT = Penerbit Nusa Indah